BRMP Sumatera Barat Gandeng Kabupaten Solok dan Kepulauan Mentawai Percepat Implementasi PM-AAS
Sukarami (13/7/2026) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus memperkuat implementasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai strategi percepatan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dalam mendukung swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi PM-AAS yang dilaksanakan secara hybrid di Auditorium BRMP Sumatera Barat pada Senin (13/7) yang diikuti oleh penyuluh pertanian dari Kabupaten Solok serta Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BRMP Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kapasitas penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan petani dalam penerapan teknologi pertanian modern.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Sumatera Barat, Salwati, menegaskan bahwa setiap penyuluh pertanian diharapkan mampu mengawal implementasi PM-AAS dengan target pendampingan seluas 40 hektar per penyuluh, disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi. Selain itu, petani dan Kelompok Tani penerima bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) tahun 2025 didorong untuk mulai mengadopsi teknologi PM-AAS guna meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas padi, dan percepatan LTT.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama implementasi PM-AAS oleh BRMP Sumatera Barat, pemerintah daerah, dan para penyuluh pertanian. Penandatanganan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung percepatan perluasan areal tanam serta peningkatan produksi padi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Materi sosialisasi meliputi persyaratan lokasi penerapan PM-AAS, rekomendasi teknologi spesifik lokasi, strategi pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), tahapan budidaya, hingga teknik pencegahan rebah batang pada tanaman padi. Peserta juga memperoleh demonstrasi penggunaan drum seeder, teknologi tanam benih langsung yang mampu meningkatkan efisiensi, menghemat kebutuhan tenaga kerja, serta menghasilkan pertanaman yang lebih seragam.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta mengenai tantangan implementasi PM-AAS di lapangan, antara lain kesesuaian lahan, penggunaan herbisida pra-tumbuh dan silika, ketersediaan benih bermutu, serta dukungan Alat dan Mesin Pertanian (alsintan). Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan strategi implementasi PM-AAS sesuai karakteristik wilayah.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sumatera Barat optimis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani akan semakin kuat. Implementasi PM-AAS yang dilakukan secara tepat dan sesuai kondisi spesifik lokasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, mempercepat perluasan areal tanam, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.